google. intitle:"index of" +"last modified" +"parent directory" +description +size +(wma|mp3)
Bukan sombong atau apalah yang mau anda katakan tentang judul diatas, Mr. aabab01 says: just to share ...Tergambar disamping adlah salah satu sudut kota Lamongan yang bisa anda kunjungi. Dapur Lamongan bukan dalam pengertian dapur tempat anda biasa memasak tetapi nama tempat yang cukup terkenal di kota ini. Jika anda jalan2 ke Lamongan, g' ada salahnya mampir kesini, sederhana memang, tapi anda bisa menemukan yang khas, khususnya makanan. Soto, Sego Boranan, Tahu Campur semua muanya tersedia. Tidak jauh dari tempat ini juga anda bisa memilih oleh2 menarik, lagi2 khas kreatifitas asal wong Lamongan."Goro3x..." (maksudnya kernet = (bhs Ind-nya apa ya, koq lupa?????) bis yang memanggil calon penumpang tujuan ke kota Bojonegoro) klu anda mau naik bis di halte tempat ini, begitu juga sebaliknya kalau anda berada di posi2 sebelah kiri jalan menuju ke Surabaya, suara "boyo3x......." berulang kali anda akan dengar !!!Ya sedikit melukiskan aktivitas yang ada ditempat ini, kalau lewat mampir ya......!
Gambar lengkapnya bisa dicari di Google Maps !
Bagi penggemar Doraemon pasti tau betul nih ! Ingat masa SD dulu, minggu jam 8 pagi dengan natural make-up bangun tidur, sdikit sentuhan lipstik, sisa minyak nempel hbs makan godo gedang diwarung Emak, bela2in dandan kayak gitu untuk seorang Doraemon, ni sdikit banyak CV-nya: Nama: Doraemon Arti nama: Doraemon berasal dari kata “dora-neko” yang berarti “kucing tersesat”, sementara akhiran -emon merupakan suatu akhiran nama yang umum di Jepang. Nama (salah satu?) pacar (dengan status hubungan yang terkesan tarik ulur): Mii-chan Pemilik asli: Sewashi (Nobita’s great-great-grandson dari abad ke 22) Lahir ke dunia (Diciptakan pertama kali): 1-12-1969 Dibuat oleh: Fujimoto Hiroshi dan Motoo Abiko Debut: 1970 (kemungkinan dalam bentuk komik yang terpecah-pecah) Karir di komik: 1974 - 1996 dengan jumlah sirkulasi lebih dari 80 juta komik di seluruh dunia (1992) Karir di TV (Asahi): 1979 - sekarang Karir di film: 1980 - sekarang Debut di Indonesia (TV): Juli 1989 (menurut Doraemon-land)* Makanan kesukaan: Dorayaki Hal-hal yang dibenci: kedinginan dan TIKUS!! Lahir (dalam cerita): 2112-9-3 (3 September 2112) Tempat lahir: Pabrik Robot “Matsushiba” *Data agak diragukan. Menurut wikipedia: tahun 1991. Tapi sepertinya tahun yang diakui secara resmi di Indonesia (oleh pihak Elex Media Komputindo?) itu tahun 1990!! Ada yang spesial dari angka 1293 tersebut loh: Tinggi badan: 129.3 cm Lingkar badan: 129.3 cm Berat badan: 129.3 kg (seharusnya tidak mungkin Nobita selamat kalau tertimpa Doraemon :P) Tinggi loncatan: 129.3 cm (kalau bertemu tikus) Kecepatan lari (kabur): 129.3km/? (kalau bertemu tikus) 
Spesifikasi: Mata: infra merah, dapat melihat dalam gelap Hidung: 20x ketajaman hidung manusia (sayang, sering rusak) Kumis: mempunyai radar yang dapat mendeteksi benda dari jauh (sedang butuh perbaikan…) Mulut: dengan ukuran mulut sangat besar (wastafel-pun bisa dilahap!), dapat memakan apapun Bel: berguna untuk memanggil kucing-kucing lain (lagi-lagi sedang rusak!) Kantong: 4 dimensi dengan kapasitas nyaris tak terbatas, tempat penyimpanan berbagai macam alat Tangan: mempunyai kemampuan menyedot sehingga benda apapun dapat menempel Kaki: telapaknya datar, dapat berjalan tanpa suara seperti halnya kucing biasa Ekor: berfungsi sebagai “tombol” pengaktifan Doraemon
Sudah punya Doraemon apa belum dirumah, kalau belum cepet2 pencet tu ekor kucing peliharaannya ? 
Mungkin sudah tidak asing bg sahabat2 MP, cuma pengen sharing aja, ceritanya, tadi pagi dapat sms dari temen, aq disuruh milih salah satu warna buat dia, ya dg maksud tertentu pastinya, ini nyuwun sewu kalau tidak keberatan milih salah satu warna buat iambmb, ngge ?
Kuning, kata temenq berarti teman biasa Hijau = teman dekat yang baik Merah = teman yang dibenci Putih = sahabat Merah muda = orang yang dicinta dan disayang Hitam = musuh Biru = orang istimewa Coklat = saudara
Matur suwun sa'durungE 
 NASI BORANAN
Ide nulis tentang makanan khas kotaku ini g' lain dari pamer2 makanan khas waktu ngeblog di MP, bermula dari iseng pamer kesalah satu sahabat MP, dan kemudian dilanjutkan ada permintaan langsung dari omdhe salah dua sahabat MP untuk posting makanan ini, ya sekalian promosi'in.Dibeberapa blog atau site kalau semisal anda2 berkeinginan mencari tahu tentang makanan ini juga sudah tersedia bahkan di http://id.wikipedia.org/wiki/Nasi_Boranan mamerin ! Gambar ini saya ambil dari salah dua blog di http://pustakamawar.wordpress.com/2007/10/10/nasi-boran/ dan http://www.cordiaz.com/blog/2007/05/03/pedasnya-iwak-kutuk-nasi-boranan/ soalnya belum sempet jepret2, sementara sekedar gambarin aja biar bisa bayangin ramenya "personel" sego boranan."Sul pinusul" asal usul tentang Nasi Boranan yang dalam bahasa Jawanya Sego Boranan ini juga aku belum jelas betul, pernah tanya juga waktu makan dilanggananku tentang "penggagas"-nya. jawabnya "g' tau dik, yo wis suwe pokokE" = nggak tahu dik, ya pokoknya sudah lama, dan yang pasti Sego Boranan ini terkenal berasal dari Kaotan, nama Dusun yang berada g' jauh dari tempat tinggal aku, Jagul Sendangrejo. Kalau anda2 jalan2 ke daerah asal makanan ini, g' akan nemuin orang yang jualan nasi Boranan ini, yang ada cuma ngliatin perkampungan damai padat penduduk. Terkenal dengan nama Sego Boranan sendiri karena memang nasi yang dijual ditempatkan di Boran, sebuah wadah multiguna berasal dari anyaman bambu, dibuat sedemikian rupa yang menjadikan pembuatnya menyebut dengan nama Boran. Yang aku tahu wadah ini juga biasa dibuat Emak nyimpan persediaan makanan kering seperti jagung atau nglindungin beras dari tikus yang g' bertanggung jawab. Dan itu menjadi populer karena dipakai wadah Sego. Kalau digambar ketu2pan wadah plastik!
Membahas tentang "personel" dari Sego Boranan kayaknya lebih lengkap ini dari sekelas Pizza, he3x..... memang ada hubungannya ya nasi sama pizza ? mungkin dari keanekaragaman campur-mencampur makanan saja. Pertama kalau penjual "meramu" Sego Boranan buat kita adalah mengambil nasi panas kebul2, (kalau baru datang mangkal) yang ada di Boran, 2 entong diatas koran bekas yang sudah dilapisi dengan godong gedang (daun pisang), tapi sayang sekarang banyak penjual Sego Boranan yang beralih menggunakan kertas minyak, padahal godong gedang menambah kenikmatan saat menyantap, kertas minyak sedikit mengurangi kekhasan makanan ini.
Oya setelah itu anda akan ditanya, iwak opo mas/mbak ? = lauk apa mas/mbak? tersedia banyak pilihan yang bisa anda pilih diantaranya: ayam termasuk ceker, kepala, telur ayam dadar dan jerohannya, selain itu ada telur bebek, otak2, ikan bandeng, ikan Sili, ikan gabus yang terkenal dengan sebutan iwak Kutok, dan apalagi ya, lupa2 inget ....? Ntarlah kalau mampir makan tak lihat lebih dalam apa isi lauk nya!
Dan setelah anda menyebutkan nama lauk yang anda pilih, kemudian tangan dari si penjual akan beroperasi dengan sendirinya menambah lauk tempe atau tahu yang ada di dalam "lautan" sambal nikmat khas Sego Boranan, mengambil Gimbal Empuk, terbuat dari terigu dengan teknik pembuatannya, menghasilkan Gimbal yang sangat empuk, Ajibbbbbb pokoknya! Terus biasanya penjual akan menawarkan lagi pakai urap2 apa g' ? Urap2,bisa dikatakan lalapan matang dicampur dengan srundeng (kelapa parut digoreng dengan bumbu khas) lalu di "urap2" diaduk, banyak macemnya, kadang daun kates enom (pepaya muda), daun ketela pohon, dan banyaklah yang lainnya.
Terakhir akan ada dihidangan Sego Boranan anda adalah Rempeyek/Peyek (adonan terigu biasa dicampur potongan kacang tanah, atau kedelai lalu digoreng srenggggggg) garing pollllll, kriuk2 renyak begitu anda menyantapnya. Sego Boranan diberikan kepada anda, lalu terserah anda mau diapakan ?
Rasanya really complete: mulai dari Nendang, Maknyesss, Ajiiibbbb, So goooood, tinggal lheeeb, G' nahan ada di Sego Boranan Lamongan.
Only Available on : Lamongan Kota dan sekitarnya ( 16.00 - 10.00) everyday
Terima kasih juga kepada sahabat2 MP, terutama Omdhe sing nyereng ngepost, kurangnya bisa ditambahin ntar !
Mengenal sifat seseorang yang belum kita kenal ternyata TIDAK sesulit yang kita bayangkan. Selama ini banyak cara dilakukan untuk mengetahui sifat seseorang. Baik itu lewat gaya bicara, pakaian yang dikenakan, warna atau makanan kesukaan, bentuk wajah, ataupun lewat zodiak, bahkan dengan cara yang canggih, seperti melalui MTD Workshop, Management & Organization Profiling, etc. Dibawah ini ada alternatif yang sama sekali lain dari yang lain ..? Yaitu dengan cara mengamati sikap KENTUT seseorang. Ternyata cara kentut seseorang menunjukkan sifat-sifat dan keadaan orang tersebut. Mari kita mencoba…. termasuk orang yang bagaimanakah kita…????? 1. ORANG YANG JUJUR Orang yang mengaku kalau habis kentut. 2. ORANG YANG TIDAK JUJUR Orang yang kalau kentut terus menuduh orang lain. 3. ORANG YANG SABAR Orang yang menahan kentutnya sendiri. 4. ORANG YANG PD (Percaya Diri) Orang yang kentutnya kenceng/keras tanpa rasa bersalah. 5. ORANG YANG KEJAM (Sadis) Orang yang sesudah kentut lantas mengibas-ngibaskan sarungnya ke orang lain. 6. ORANG YANG SUKA MENTEROR (Teroris) Orang yang kentutnya tak bersuara tapi baunya minta ampuuunnn… 7. ORANG YANG PEMALU Orang kalau kentut tidak berbunyi, tapi merasa malu sendiri. 8. ORANG YANG STRATEGIS Orang yang menyamarkan kentutnya dengan cara kentut sambil tertawa. 9. ORANG YANG BODOH Orang yang sehabis kentut terus menarik nafas dalam-dalam untuk mengganti angin yang keluar. 10. ORANG YANG HEMAT Orang yang mencadangkan kentutnya dikeluarkan sedikit-sedikit. 11. ORANG YANG PELIT Orang yang senang mencium kentutnya sendiri. 12. ORANG YANG RAMAH Orang yang suka mencium bau kentut orang lain. 13. ORANG YANG KREATIF Orang yang suka kentut didalam air, biar bisa bunyi “ BLEKUTUK - BLEKUTUK” 14. ORANG YANG SOK KUAT Orang yang kalau kentut sambil ngeden sekuat-kuatnya. 15. ORANG YANG SOK PINTAR Orang yang bisa hafal bau kentut orang lain. 16. ORANG YANG SIAL Orang yang merasa mau kentut, tapi ternyata yang keluar malah ……Ampasnya OK…Sekarang tahukan! sifat ANDA seperti apa….???
Yang Penting Akurasinya! Coba ingat-ingat betapa tidak sahihnya pola komunikasi lisan kita, yang senantiasa menjaga desas-desus sebagai daya tariknya. Cerita apapun yang keluar masuk telinga kita, hampir diujung lidah, dengan mudah bisa kita ceritakan tanpa dibebani prinsip recek maupun cover both sides. Jurnalisme, tanpa ada pretensi untuk mendewakannya, tidak bisa kompromi dengan cara diatas. Ini karena cerita yang direkonstruksi oleh jurnalisme dalam sebuah gaya tutur,akan selalu berhadap-hadapan dengan opini publik. Sebab demikian cara bertutur harus meminimalisir ruang bagi berkembangnya kesimpangsiuran informasi yang bisa menjurus kepada fitnah. Ini namnya resiko. Bisa jadi tugas kewartawanan memang berusaha menjernihkan masalah yang sudah keruh dan bercampur fitnah, tetapi bila wartawan salah merekonstruksi masalah, selanjutnya membeberkan masalah tersebut kepada publik, maka yang terjadi justru sebaliknya, wartawan dalam kasus ini justru dalam memperkeruh masalah. Tidak gampang meghindar dari resiko ini. Namun, jurnalisme punya patokannya: akurasi. Informasi apapun harus berpijak pada data. Data harus detail menyebut semua unsur masalah yang diberikan. Variable masalahnya harus jelas dituturkan. Keterlibatan setiap individu dan kelompok sosial mesti dicover sebagai keseimbangan informasi. Dan, wartawan tidak mendramatisir masalah dengan bombastisme, sebab fakta itu seringkali lebih dramatis dari imajinasi seorang wartawan sekalipun. Masih bingung? Ini detailnya : v Pahami obyek dan unsur informasi. Seorang wartawan harus menguasai obyeknya. Dalam jurnalisme, berdasarkan kompleksitas unsurnya, obyek informasi dibedakan menjadi tiga hirarki: peristiwa, kasus, fenomena. Ketiganya adalah fakta. Pembedaan diantara ketiganya hanya terletak pada tingkat kompleksitas. Bisa jadi ketiganya adalah rangkaian; peristiwa merupakan sepenggal momen dalam sebuah kasus; pun demikian kasus bisa jadi merupakan sepenggal episode dari kukuhnya fenomena ditengah-tengah masyarakat. Perbedaan diantara ketiganya mutlak harus dimengerti oleh seorang wartawan. Sebab bidikan obyek yang berbeda, akan menghasilkan kedalaman yang berbeda, dan tentu saja mempengaruhi bentuk pemberitaan. Peristiwa biasanya menghasilkan bentuk straight news (berita langsung), kasus selalu dibidik dalam bentuk pemberitaan depth news (berita mendalam) atau investigative news (berita dari hasil investigasi), sementara fenomena sedang marak bedah dalam kaidah jurnalisme presisi (jurnalisme ketepatan: sebuah teknik jurnalistik yang memanfaatkan metode penelitian untuk membedah sebuah fenomena, metode polling contohnya). v Apapun spesifikasi obyeknya, setiap pembidikan obyek informasi, harus detail menyebutkan berbagai unsur yang membentuk obyek. Dalam pandangan umum, unsur tersebut dirumuskan menjadi 5W +1H. 1. Apa dulu, siapa kemudian. Wartawan harus mengetahui secara tuntas kronologi dan muatan obyek informasi. Tanpa kompromi, wartawan harus mengetahui detail isi sebuah obyek berita. Detail isi itu kemudian dituturkan secara lenngkap kepada publik. 2. Siapa menjadi justifikasi. Unsur ini mengikutkan individu atau kelompok sosial yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam tarik-ulur kepentingan dimedan obyek. Unsur siapa inilah yang kemudian disebut dengan sumber berita, fungsinya memberi pembenaran terhadap fakta yang dituturkan oleh wartawan. 3. Dimensi ruang waktu sebuah obyek informasi mesti disebutkan. Kapan dan dimana fakta itu terjadi, harus diikutsertakan dalam mendeskripsikan fakta. 4. Bila menginginkan kedalaman informasi, seorang wartawan mesti menggali aspek Why atau setting fakta dan How atau kelanjutannya sebagai alat menggali dimensi kedalaman fakta. v Membidik dengan angel. Angel disebut sebagai sudut bidik sebuah pemberitaan. Mengapa butuh angel? Karena keterbatasan. Fakta tidak mungkin direpresentasi secara utuh dalam sebuah pemberitaan. Menghindari pemberitaan yang bias akibat keterbatasan, selayaknya wartawan selalu menentukan angel pemberitaan, sebagai upaya memfokuskan masalah pada sudut bidik tertentu dari sebuah obyek berita. Kalau masih bingung, begini aja deh! Rambut sebagai obyek agitasinya. Tetapi, lain iklan shampo lain pula angelnya. Clear lebih tertarik membidik kesehatan kulit rambut dan mewanti-wanti datangnya ketombe. Sunslik ternyata lebih tertarik pada sudut bidik kemilaunya, sementara rejoice memilih kekuatan rambut, agar tidak mudah patah. Semua iklan shampo berbicara tentang rambut. Semuanya menyuguhkan sudut bidiknya masing-masing. Demikianlah angel.berdasarkan Jangan beropini. Sebab wartawan tidak boleh mencantumkan opini pribadinya dalam sebuah pemberitaan. Biarlah fakta berbicara atas nama dirinya sendiri. Jangan dicampur-adukkan dengan opini pribadi wartawan.
Siapa Bilang Bercerita Itu Sulit? Bila ingin mencoba mengasah instink kewartawanan, cobalah Anda andaikan diri selayaknya seorang wartawan. Lalu, ternyata andaian itu tidak membantu apa-apa bagi kepekaan anda, ini wajar. Sebab proses kreatif kewartawanan ternyata tidak sekedar berandai-andai, butuh totalitas pemahaman kognitif dan psikomotorik. Untuk menuju totalitas pemahaman, paling tidak, terlebih dahulu kita harus mengerti apa yang mesti kita kerjakan dengan status profesi tersebut. sebenarnya, basis dari semua proses kreatif kewartawanan tidak lain adalah bercerita. Tugas wartawanan adalah membeberkan fakta kepada siapapun yang berhak atasnya. Sayang, untuk bercerita, nyatanya tidak semudah menyebarluaskan desas-desus yang biasa kita lakukan dalam pola komunikasi konvensional : lisan. Jurnalisme ternyata punya aturan sendiri tentang “bercerita”. Aturan itu penting sifatnya, sebab bercerita dalam jurnalistik selalu digiring dalam kerangka menjernihkan desas-desus yang secara konsisten dibiasakan melalui budaya komunikasi lisan kita. ingat, membeberkan fakta bukan berarti menyebarluaskan desas-desus yang berkembang di masyarakat. Sebaliknya, membeber fakta berarti menjernihkan masalah yang sudah terlanjur keruh menjadi desas-desus. Dalam kerangka inilah, sejak awal, seorang wartawan dituntut menjalankan dua prinsip sekaligus : recek dan cover multi sides. Prinsip pertama mengajari kita tentang kedisiplinan menembus sumber utama dan pertama di setiap masalah yang kita ceritakan. Prinsip kedua, secara ideologikal, mengajari kita untuk selalu berdiri sebagai penengah dari setiap tarik-ulur kepentingan individu atau kelompok masyarakat yang ada disetiap masalah yang hendak kita ceritakan. Artinya, dalam setiap usaha bercerita, wartawan harus selalu mengcover suara berbagai kepentingan individu maupun kelompok sosial yang secara langsung terlibat pada masalah yang hendak diceritakan.
lagu yang ada di Iklan produk Fanta versi terbaru "bunga matahari", pasti sudah tahu semua! lagi cari2 buat backsound video yang saya edit, kalau ada yang tahu, please ya? sekalian singer-nya!
Bila “Dia” memanggil mu lebih dahulu, mohonlah pada Nya apakah dapat membawa seorang sahabat. Bila usiamu sampai seratus tahun, aku ingin hidup seratus tahun kurang satu hari, jadi aku tak akan merasa hidup tanpa mu, disisiku. Persahabatan sejati layaknya arti kesehatan; Nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya. Sahabat sejati , akan tetap bersama kita, ketika kita merasa seisi dunia meninggalkan kita. Ayahku selalu berkata, bila kamu memiliki banyak sahabat sejati, maka kau akan memiliki kehidupan yang indah. Jika seluruh sahabat kumelompat dari suatu jurang, aku tak akan mengikuti mereka, aku akan berada di dasar jurang untuk menangkap mereka. Rangkullah sahabat sejatimu dengan kedua lenganmu. Aku akan membimbingmu dan kau akan membimbingku begitu sebaliknya. Persahabatan adalah satu jiwa dalam dua raga, Jangan kamu berjalan didepanku, aku tak dapat mengikuti mu. Jangan kamu berada di belakangku, aku tak bisa memimpinmu. Berjalanlah disampingku, jadilah temanku. Teman akan mendengarkan apa yang kau katakan, Sahabat sejati akan mendengar apa yang tidak kamu katakan. Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatimu, dan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya. Kita semua memiliki peran yang berbeda dalam hidup ini, tapi tak menjadi soal dimana posisi kita, akan memiliki arti sekecil apapun peran itu. Sahabat adalah Tangan Tuhan untuk menjaga kita. Orang asing adalah teman yang menunggu apa yang akan terjadi. Sahabat sejati seperti penganan dalam mangkuk kehidupan. Kirimkanlah pesan ini kepada sahabat-sahabatmu, meskipun suatu saat pesan ini terkirim kembali kepada sahabat yang mengirimkan pesan ini kepada mu. Dan jika kamu menerima pesan ini kembali dari sahabat-sahabat yang berbeda, itu artinya kamu memiliki banyak sahabat dalam hidupmu. Dan jika kamu hanya menerima kembali satu pesan, janganlah menjadi kecewa karenanya. SETIDAKNYA KAMU MEMELIKI SEORANG SAHABAT SEJATI
Baca dan Renungkan Aku tidak tahu dimana berada. Meski sekian banyak manusia berada disekelilingku, namun aku tetap merasa sendiri dan ketakutan. Aku masih bertanya dan terus bertanya, tempat apa ini, dan buat apa semua manusia dikumpulkan. Mungkinkah, ah aku tidak mau mengira-ngira. Rasa takutku makin menjadi-jadi, tatkala seseorang yang tidak pernah kukenal sebelumnya mendekati dan menjawab pertanyaan hatiku. "Inilah yang disebut Padang Mahsyar," suaranya begitu menggetarkan jiwaku. "Bagaimana ia bisa tahu pertanyaanku," batinku. Aku menggigil, tubuhku terasa lemas, mataku tegang mencari perlindungan dari seseorang yang kukenal. Kusaksikan langit menghitam, sesaat kemudian bersinar kemilauan. Bersamaan dengan itu, terdengar suara menggema. Aku baru sadar, inilah hari penentuan, hari dimana semua manusia akan menerima keputusan akan balasan dari amalnya selama hidup didunia. Hari ini pula akan ditentukan nasib manusia selanjutnya, surgakah yang akan dinikmati atau adzab neraka yang siap menanti. Aku semakin takut. Namun ada debar dalam dadaku mengingat amal-amal baikku didunia. Mungkinkah aku tergolong orang-orang yang mendapat kasih-Nya atau jangan-jangan ......... Aku dan semua manusia lainnya masih menunggu keputusan dari Yang menguasai hari pembalasan. Tak lama kemudian, terdengar lagi suara menggema tadi yang mengatakan, bahwa sesaat lagi akan dibacakan daftar manusia-manusia yang akan menemani Rasulullah SAW di surga yang indah. Lagi-lagi dadaku berdebar, ada keyakinan bahwa namaku termasuk dalam daftar itu, mengingat banyaknya infaq yang aku sedekahkan. Terlebih lagi, sewaktu didunia aku dikenal sebagai juru dakwah. "Kalaulah banyak orang yang kudakwahi masuk surga, apalagi aku," pikirku mantap. Akhirnya, nama-nama itupun mulai disebutkan. Aku masih beranggapan bahwa namaku ada dalam deretan penghuni surga itu, mengingat ibadah-ibadah dan perbuatan-perbuatan baikku. Dalam daftar itu, nama Rasulullah Muhammad SAW sudah pasti tercantum pada urutan teratas, sesuai janji Allah melalui Jibril, bahwa tidak satupun jiwa yang masuk kedalam surga sebelum Muhammad masuk. Setelah itu tersebutlah para Assabiquunal Awwaluun. Kulihat Fatimah Az Zahra dengan senyum manisnya melangkah bahagia sebagai wanita pertama yang ke surga, diikuti para istri-istri dan keluarga rasul lainnya. Para nabi dan rasul Allah lainnya pun masuk dalam daftar tersebut. Yasir dan Sumayyah berjalan tenang dengan predikat Syahid dan syahidah pertama dalam Islam. Juga para sahabat lainnya, satu persatu para pengikut terdahulu Rasul itu dengan bangga melangkah ke tempat dimana Allah akan membuka tabirnya. Yang aku tahu, salah satu kenikmatan yang akan diterima para penghuni surga adalah melihat wajah Allah. Kusaksikan para sahabat Muhajirin dan Anshor yang tengah bersyukur mendapatkan nikmat tiada terhingga sebagai balasan kesetiaan berjuang bersama Muhammad menegakkan risalah. Setelah itu tersebutlah para mukminin terdahulu dan para syuhada dalam berbagai perjuangan pembelaan agama Allah. Sementara itu, dadaku berdegub keras menunggu giliran. Aku terperanjat begitu melihat rombongan anak-anak yatim dengan riang berlari untuk segera menikmati kesegaran telaga kautsar. Beberapa dari mereka tersenyum sambil melambaikan tangannya kepadaku. Sepertinya aku kenal mereka. Ya Allah, mereka anak-anak yatim sebelah rumahku yang tidak pernah kuperhatikan. Anak-anak yang selalu menangis kelaparan dimalam hari sementara sering kubuang sebagian makanan yang tak habis kumakan. "Subhanallah, itu si Parmin tukang mie dekat kantorku," aku terperangah melihatnya melenggang ke surga. Parmin, pemuda yang tidak pernah lulus SD itu pernah bercerita, bahwa sebagian besar hasil dagangnya ia kririmkan untuk ibu dan biaya sekolah empat adiknya. Parmin yang rajin sholat itu, rela berpuasa berhari-hari asal ibu dan adik-adiknya di kampung tidak kelaparan. Tiba-tiba, orang yang sejak tadi disampingku berkata lagi, "Parmin yang tukang mie itu lebih baik dimata Allah. Ia bekerja untuk kebahagiaan orang lain." Sementara aku, semua hasil keringatku semata untuk keperluanku. Lalu berturut-turut lewat didepan mataku, mbok Darmi penjual pecel yang kehadirannya selalu kutolak, pengemis yang setiap hari lewat depan rumah dan selalu mendapatkan kata "maaf" dari bibirku dibalik pagar tinggi rumahku. Orang disampingku berbicara lagi seolah menjawab setiap pertanyaanku meski tidak kulontarkan, "Mereka ihklas, tidak sakit hati serta tidak memendam kebencian meski kau tolak." Masya Allah murid-murid pengajian yang aku bina, mereka mendahuluiku ke surga. Setelah itu, berbondong-bondong jamaah masjid-masjid tempat biasa aku berceramah. "Mereka belajar kepadamu, lalu mereka amalkan. Sedangkan kau, terlalu banyak berbicara dan sedikit mendengarkan. Padahal, lebih banyak yang bisa dipelajari dengan mendengar dari pada berbicara," jelasnya lagi. Aku semakin penasaran dan terus menunggu giliranku dipanggil. Seiring dengan itu antrian manusia-manusia dengan wajah ceria, makin panjang. Tapi sejauh ini, belum juga namaku terpanggil. Aku mulai kesal, aku ingin segera bertemu Allah dan berkata, "Ya Allah, didunia aku banyak melakukan ibadah, aku bershodaqoh, banyak membantu orang lain, banyak berdakwah, izinkan aku ke surgaMu." Orang dengan wajah bersinar disampingku itu hendak berbicara lagi, aku ingin menolaknya. Tetapi, tanganku tak kuasa menahannya untuk berbicara. "Ibadahmu bukan untuk Allah, tapi semata untuk kepentinganmu mendapatkan surga Allah, shodaqohmu sebatas untuk memperjelas status sosial, dibalik bantuanmu tersimpan keinginan mendapatkan penghargaan, dan dakwah yang kau lakukan hanya berbekas untuk orang lain, tidak untukmu," bergetar tubuhku mendengarnya. Anak-anak yatim, Parmin, mbok Darmi, pengemis tua, murid-murid pengajian, jamaah masjid dan banyak lagi orang-orang yang sering kuanggap tidak lebih baik dariku, mereka lebih dulu ke surga Allah. Padahal, aku sering beranggapan, surga adalah balasan yang pantas untukku atas dakwah yang kulakukan, infaq yang kuberikan, ilmu yang kuajarkan dan perbuatan baik lainnya. Ternyata, aku tidak lebih tunduk dari pada mereka, tidak lebih ikhlas dalam beramal dari pada mereka, tidak lebih bersih hati dari pada mereka, sehingga aku tidak lebih dulu ke surga dari mereka. Termasuk Manakah Anda ? Jam dinding berdentang tiga kali. Aku tersentak bangun dan, astaghfirullah ternyata Allah telah menasihatiku lewat mimpi malam ini. (bay)
• Ada dua pilihan dalam hidup: – Melajang dan hidup amburadul, atau – Menikah dan akhirnya ingin bunuh diri • Pernikahan bagaikan rame-rame ke restoran: anda pesan makanan kesukaan anda, tetapi ketika pesanan datang dan anda melihat makanan pesanan teman anda, anda justru 2ingin makan yang itu. • Pada suatu pesta perkawinan, seorang nyonya bertanya kepada nyonya yang lain: “Kok kamu pakai cincin kawinmu di jari yang salah?”. Jawabnya: “Biarin aja, aku juga kawin dengan laki-laki yang salah, kok!” • Seorang wanita memasang iklan: “Dibutuhkan seorang suami”. Keesokan harinya ia menerima ratusan surat. Isinya semua sama: “Ambil saja suami saya”. • Kalau suamimu diambil wanita lain, tidak ada cara lain yang lebih sadis untuk membalas dendam: biarkan dia memilikinya. • 80% pria yang menikah, berselingkuh di Jakarta. Yang 20% berselingkuh di Puncak. • Laki-laki belum lengkap jika ia belum menikah. Setelah itu …. Habislah riwayatnya. • Anak laki-laki: “Ayah, katanya di desa laki-laki tidak mengenal isterinya sebelum malam perkawinan?”. Ayah: “Itu sih di mana-mana, bukan hanya di desa” • Seorang isteri berkata pada kawannya: “Sayalah yang membuat suami saya jutawan”. Kawannya bertanya: “Memangnya sebelumnya dia apa?” Jawab: “Trilyuner”. • Perkawinan adalah keunggulan khayalan atas akal sehat. Perkawinan kedua adalah keunggulan harapan atas pengalaman. • Kalau anda ingin pasangan anda mendengarkan dan memperhatikan setiap kata-kata anda, berbicaralah ketika tidur. • Setelah betengkar tentang masalah anggaran rumah tangga, suami berkata: “Makanya, kalau kamu bisa masak, kan kita bisa PHK tukang masak kita”. Isteri: “Oh, ya? Coba kalau kamu pandai main seks, kita bisa PHK supir dan tukang kebun kita!” • Hasil survey: ketika sedang ML, kebanyakan suami berkhayal bahwa isterinya tidak sedang berkhayal. • Definisi perkawinan menurut para suami: Suatu cara yang paling mahal untuk mendapatkan cucian gratis. • Suami I :”Isteriku benar-benar seorang bidadari”. Suami II: “Kamu beruntung, isteriku masih hidup!” Sarlito W. Sarwono
An idiom can be defined as a number of words which, when taken together, have a different meaning from the individual meanings of each word. Idioms cannot be checked using a dictionnary! Last updated March 27th, 2006
IDIOMS!
ace : Excellent, very good aerial pingpong : Australian Rules Football amber fluid : beer ankle biter : small child apples, she'll be : It'll be alright Aussie salute : brushing away flies with the hand
Idioms, idioms, idioms! Show 4607
There is an interesting expression in English, all walks of life. A walk of life is like a position or place in society. So it’s meaning includes a job or profession and a social class or level in society. Usually we say that a king and farmer are from different walks of life. So all walks of life really means all people. For example, people from all walks of life enjoy watching television. Everyone, whether they are rich or poor, educated or not, all enjoy watching television. Here’s Sonja with another example to help you understand this idiom. Sonja
'Australians from all walks of life donated money to help the Indonesian victims of the tsunami. Young and old, rich and poor, city people and country people, students and professionals all gave whatever they could afford'.
There are many other expressions and idioms in English using the word walk. Another one of my favourites is to walk on egg shells. An egg shell, kulit telor, is the delicate outside part of an egg. If you walk on or drop an egg the shell will break very easily. We use to walk on egg shells when we want to say that perhaps someone should be very careful. You should behave, or walk, carefully so that the egg shells do not break. Here’s Sonja with an example of how to use this idiom.
'My boss is in a terrible mood today. I'll have to walk on eggshells around her. I will have to be very careful not to upset her or make her angry at me'.
to walk on egg shells - bertindak dengan berhati hati
all walks of life - semua golongan profesi dan latar belakang
Show 4606 How about drives me bananas’. We use this idiom when we want to say that someone or something is making us confused, making us ‘go crazy’ or even making us a little angry. Here’s Sonja to show you how to use it.
'The old man comes to my house every day. Sometimes five or six times a day asking for something. Sometimes he asks for sugar or tea or rice or fruit. I never get a rest as he’s at the house all the time – he drives me bananas actually'.
You can also use nuts – kacang - instead of bananas. Here is a present continuous tense version of the idiom for you.
'If he doesn’t stop coming around all the time I will have to tell him to stop. He is driving me nuts'.
Our next idiom is life is a bowl of cherries. If we say life is a bowl of cherries we mean that our life is pretty good and that we are very happy with what is going on in our lives.
'I have a great job here in Bali. My children are happy at school and when I really think about it – life is a bowl of cherries actually. I couldn’t be happier really'.
driving me bananas or driving me nuts - membuat orang frustrasi atau sedikit marah
life is a bowl of cherries - kehidupan yg menyenangkan
Show 4510 Idioms that use the word power in them. Wee have two for you to think about and I hope that you will use them soon. Don’t forget to use them and then you will remember them more easily, okay?
The first idiom for today is corridors of power. Now a corridor is a hallway or way through from one place to another. In this idiom today it is used as a place too - a place where very important people are. It is a general term for a place which doesn’t really exist though – it is more a concept.
‘My best friend works in the Presidential Palace in Jakarta. He is a cook. He has never met the President. But because he often works around the important people in the government he says he works in the corridors of power. He almost believes he is a part of it all – a part of the government’.
The second idiom is in power. Now this is a bit easier and we will look at on the political level. Here is Sonja again.
‘My friend may be close to the corridors of power but it is the President who is in power. President Bush is’ in power’ in the USA and John Howard is in power in Australia’.
Okay let’s recap on today’s idioms –
corridors of power – dalam lingkup kekuasaan in power – berkuasa
Show 4506 The first idiom is ‘gives you an insight’. Now those words ‘gives you an insight’ do not make any sense really but when used as a idiom they have a lot of meaning. We use ‘gives you an insight’ when we want to explain that some activity or event has helped us to understand something more easily or more clearly. It is the same as saying that the activity or experience has opened up your eyes and that you now know a lot more than before. You have a better understanding of something.
I knew quite a lot about Balinese culture before I came to live in Denpasar. Living here though has really given me an insight into the culture that I never had before. I now understand more after seeing what really happens in Bali.
Living in Bali has really helped me to understand the Balinese culture a lot more. My understanding has gone through the roof. I know a lot, lot more now that I did 6 months ago. It has been great living here.
Show 4502 This idiom is probably one of the longest I know of. It is this. Are you ready?
‘you can take the boy out of the country but you can’t take the country out of the boy’
What does it mean and when do we use it? Well, it means that it is often difficult to change someone. People do change in many ways but often their basic personality is not so easy to change. People remain basically the same, don’t they?
For example a boy (or a girl) who grows up in the country or desa, maybe on a farm, will always be a country sort of person even if they go and live in the city. They will never fully lose all of their country ways of thinking for example.
'Young Jack is now a successful and rich businessman in Sydney. He owns a big house and drives an expensive car. He moved from the country about twenty years ago when he was 19 years old. But you know what? He still loves to go home to his parent’s farm and work with his dad. He says it is really what he loves to do to relax. ‘You can take the boy out of the country but you can’t take the country out of the boy’.
The idiom is generally used when talking about ‘country boys and girls’. Here is a different idiom which actually can be used in many different situations and basically means the same thing. It tends to be used in a negative way though. Here’s Sonja again.
'I haven’t seen Sally for along time. But she is still the same. She still finds it difficult to tell the truth. I guess the old saying is true – a leopard can’t change its spots'.
A leopard is born with black spots all over its yellowish golden body, right? As it grows up it never loses those spots. It has those spots until it dies. The idiom - a leopard can’t change its spots – is very similar in meaning to the ‘country boy’ idiom.
To recap on today’s idioms – both mean tidak mudah merubah karakter seseorang
Show No. 4403 Two idioms which are very common in England – they use the words ‘tea and ‘cake’. Mmm… sounds tasty!
The first one is ‘Not my cup of tea’. But it doesn’t mean that the cup of tea doesn’t belong to me. We say ‘Not my cup of tea’ when we want to tell someone that we don’t really like something or are not interested in it. Listen to this example.
'I went to the new aerobics class but it wasn’t really my cup of tea. There was too much jumping up and down and I got tired very quickly. I think I’ll try some other form of exercise'.
The next idiom is "It’s a piece of cake". We use this when we want to say how easy something is to do. For example :
'I thought it would be difficult to learn how to ride a motorbike, but in fact it isn’t. It’s a piece of cake! I learnt it in just two days'.
Let’s recap for a minute –
Not my cup of tea – tidak begitu suka
It’s a piece of cake – sangat gampang
Show No. 4405 Did you know that Idioms Inggris is one of KGRE’s most popular segments? That’s why I’ve chosen two for you today, and very handy ones they are too, because they both use the word ‘hand’.
The first idiom is ‘to have your hands full’. We use ‘to have your hands full’ when we want to say that we are really busy or have a lot of work to do. Have a listen to this example.
'I’d love to help you but I have my hands full with this report right now. Maybe later, ok'?
Our second idiom today is ‘like the back of my hand’. We say we ‘know something like the back of our hand’ when we know it really well.
'Oh no! I think we’re lost. Don’t worry, I know this place like the back of my hand. We’ll soon find our way home'!
Let’s recap for a minute on today’s idioms – To have your hands full – sangat sibuk To know something like the back of my hand – mengenal dengan sangat baik
Show No. 4407 On today’s Idioms Inggris we’re going to hear two very useful idioms which use the word ‘world’. The first one is ‘to be on top of the world’. We use ‘to be on top of the world’ when we want to show that we are in a happy mood, maybe because we have been successful at doing something or because we feel in good health.
'Jane’s feeling on top of the world. She passed all her exams with top marks! Isn’t that great'?
Our second idiom using ‘world’ is ‘small world". We use this when we want to express surprise at meeting someone we know in an unexpected place. We really didn’t think we would see them in this place. Let’s hear it in an example.
'Can you believe it, I met my old school friend when I went to Jakarta last week. We were both there at the same time. What a small world'.
Let’s recap - To feel on top of the world – merasa senang sekali What a small world! - dunia ini kecil!
Show No. 4409 We’ve got two idioms today using the names of animals – butterflies and donkeys.
The first one is ‘butterflies in my stomach’. Someone has ‘butterflies in their stomach’ when they feel really nervous about doing something, a bit like having lots of butterflies flying around inside your stomach!
'I’ve got butterflies in my stomach. I have to speak in front of 200 people this afternoon and I feel so nervous'.
The second idiom uses the word ‘donkey’. It’s ‘donkey’s years’, no, not ‘donkey’s ears’, ‘donkey’s years’! ‘Donkey’s years’ means ‘a very, very long time’. Have a listen to this example.
'I didn’t recognise my old school friend Sally when I met her in the street. I haven’t seen her for donkey’s years and she’s changed such a lot'.
Let’s recap on today’s idioms - butterflies in my stomach – merasa gugup donkey’s years – lama sekali
Show No. 4411 Colours are the theme of today’s idioms – ‘black’ and ‘white’ to be precise. The first one is ‘give someone a black look’. We ‘give someone a black look’ when we want to show them we are angry or displeased with them, maybe because they have said or done something to upset us. Listen to the idiom in an example.
'My teacher gave me a black look because I was talking with my friend when he was trying to explain the lesson'.
The second idiom is ‘to tell a white lie’. We ‘tell a white lie’ when we want to be polite or we don’t want to hurt someone’s feelings by telling them the truth.
'Julie asked me if I liked her new hairstyle. I had to tell a white lie and say that I did, but reallyI thought it was too short'.
Let’s recap on today’s idioms - To give someone a black look – menatap seseorang dengan perasaan kesal atau marah To tell a white lie – berbohong demi kebaikan
Two expressions that are very common in Australia. They are all to do with laughing and joking. And we all love to do that, don’t we?
They say that laughter is the best medicine. But hang on – medicine is usually sold in a bottle or in a pill – obat ya? So how can laughter be the best medicine? For example we can use this when we have a friend who is unhappy or sad or perhaps feeling a little depressed. Getting someone to laugh is one way of helping them to forget their worries and to relax.
Sonja I know that things are very difficult for you at the moment. Your best friend has gone away and you are very sad about that. Laughter’s the best medicine you know so let’s go and see that funny new film at the cinema.
When someone says something that you think is silly or not possible then we can simply say you must be joking. In other words you are saying to them that their idea or suggestion is just silly and even a little ridiculous. The pronunciation is important here so listen carefully to the way that Sonja uses the expression.
Sonja My 10 year old son asked me if I could buy him a Honda motorbike. He wanted it so that he could use it to go to school. I just answered you must be joking, you are far too young to have a motorbike and anyway where would I get the money from to buy it?
laughter is the best medicine - membuat orang senang dengan tertawa
you must be joking - bercanda atau bergurau saja
Did you know that Australians love to travel. They are quite famous for it really. They travel a lot around Australia AND they also travel a lot overseas. Thousands of Aussies travel right here to Indonesia every year as well. There are many idioms and slang expressions used when talking about traveling and holidays. Today we have a couple for you. They are quite common and used by all sorts of Australians.
The first one is catch a plane OR catch a bus OR catch a boat. Now it doesn’t mean to catch a plane or a boat because that would be impossible. Too big eh?
It really means to go by or use – naik in Bahasa Indonesia.
Sonja |
|